Showing posts with label sadness. Show all posts
Showing posts with label sadness. Show all posts

Wednesday, March 18, 2009

Mata ini tidak bisa menipu, sayang...

Baru saja kita tertawa..dari tertawa kecil hingga sampai terbahak2

Baru sebentar kita bercerita hal2 yg begitu bahagia..

Tanpa henti, kamu dan aku menuturkan segala macam cerita..kisahmu dan kisahku

Dari hal yang paling konyol..hingga hal yang membuat hati berbunga2..

Menyenangkan sekali melihatmu bercerita..sungguh buatku merasa sangat terhormat mengetahui isi hatimu..

Tapi tiba2 pertanyaan itu keluar dari mulutmu :

"Ada apa denganmu? Matamu tidak dapat menipu ku.."

..........

Ah, mata ini memang tidak bisa menipu, sayang..

Ya..aku memang didera sedih yang mendalam, yang tak dapat kuungkapkan...hingga menusuk jantung.

Biarlah kurasakan perih ini sendiri..sungguh, aku mampu

mendengar kalimat : "Kamu baik2 saja?" dari mulutmu..sudah cukup buatku untuk BERTAHAN

 

@YELLOWROOM,IN THE MIDDLE OF NIGHT

Sunday, November 23, 2008

Think positif, say positif

Bisakah kita sehari saja berpikir dan berkata hal2 yg positif? Dengan mengabaikan segala rupa keburukan orang, sakit hati..lakukan dengan tidak MEMBATASI diri dengan MENILAI seberapa jeleknya hal/orang itu?  Rasanya hidup akan lebih bermakna..karna kita belajar menghargai sesuatu sebagaimana dia tercipta. Kasarnya, kalo dikaitkan dengan manusia, bila kita tidak bisa menghargai orang lain, bagaimana orang lain menghargai kita...yeah, its about  choosing.

Memberikan kritikan atau saran bukan sesuatu dosa, tetapi menilai orang dengan melihat sudut pandang kelemahannya merupakan suatu kepicikan manusia yang membuat racun yang sangat mematikan bagi kehidupan sosial. Hmmm...hal ini pernah kulakukan, menilai orang dengan membandingkan dengan standar yang aku bentuk sendiri, padahal entah dasar apa standar itu bisa berdiri, bahkan mungkin aku sendiri ga bisa mencapai titik level terendah..

Sungguh, hal ini dituliskan bukan untuk mengkritik manusia lain, its just me..what i m feeling. Mengapa kita ga bisa hidup damai.. hidup saling bersahabat..tanpa ada rasa ingin menang, ingin menjatuhkan, ingin menusuk dari belakang, ingin berkuasa ato merasa PALING.

Aku letih...

Thursday, September 18, 2008

Capek...

Setelah dua hari menangis tiada henti dan ga bisa tidur, membuat kepalaku jadi pusing. Sepertinya isi kepala telah bergerak dan berkumpul dalam 1 point. Sedih yang begitu membakar yang membuatku tak kunjung bisa menahan air mata ini tidak keluar.Apapun kegiatan kulakukan selalu dibarengi dengan keluarnya airmata.

Ini kedua kalinya dalam kurun waktu 3 tahun aku sangat cengeng dan benar2 terpuruk oleh kesedihan. Tapi mungkin pada saat yang pertama itulah aku ditempah TUHAN, untuk bisa menghadapi saat ini. Walau mungkin TUHAN tetap kecewa, karna aku tetap jadi manusia yang cengeng dan tiada bedanya menghadapi kekacauan yang kedua ini.

Duh, air mata sudah mulai menetes lagi. Damn...aku kira cukup buatku untuk bersedih 2 hari dan mulai bangkit untuk kembali menjalani hidupku. Ternyata belum cukup rasanya. Hati ini masih hancur lebur...

Kemaren orang2 yang juga terluka hatinya bilang, udahlah..cukuplah zet, menangis bukan salah satu jalan keluar. Kehidupan itu ga akan bisa diulang.

Tapi masalahnya, ga gampang kawan, aku juga manusia..yang punya perasaan dan ekspresi. Menangis di saat sedih, dan tertawa disaat bahagia. Ya, mungkin memang kalian lebih kuat dari aku sehingga gampang untuk kembali bangkit. AKu ga bilang masalahku lebih berat dari kalian,ato perasaanku lebih sedih dari kalian..toh sama2 tersakiti kita semua. Karena mengingat kalian juganya aku merasa sangat sedih. Tapi biarlah..ijinkan aku untuk menangis dan menumpahkan semuanya dengan pelampiasan pemborosan airmata..

Akh..entah apa maksudku menceritakan hal ini. Hanya malah menampilkan sosok Uzet yang sentimentil dan cengeng.

 

 

-di saatku tetap tak bisa bangkit dan merangkak lagi-

Wednesday, September 17, 2008

Ketika semuanya berubah jadi gelap

Sungguh..rasanya kacau balau..

Sedih sekali, hancur sekali, hampa sekali, tertusuk sekali, sakit sekali..sampai2 tidak bisa berpikir sama sekali.

Semuanya seperti berputar dengan kencang pada porosnya..

TUhan, sungguh aku ga kuat..

Tapi ijinkanlah aku bertahan, untuk bisa menjaga semua yang masih bisa terselamatkan..

Orang-orang yang kucintai dan kusayangi..bertahanlah!

Kita masih bisa berdiri dan membangun dinding yg roboh bersama2 kembali..

Aku sayang kalian...

Sunday, September 14, 2008

Marah..

Marah itu lumrah

Marah itu manusiawi

dan marah itu  penting, menunjukkan kalo kita perhatian pada orang lain.

Kamu ga bisa atau ga mau marah kepada seseorang, berarti kamu kurang perhatian kepada orang itu.

Ini terbukti, dulu waktu kami masih kecil ibuku sering memarahiku karna aku nakal, dan beliau ga pengen aku berkembang di jalur yang salah. Tapi setelah kami tumbuh dewasa, ekspresi marah itu mulai hilang perlahan2. Mungkin beliau lebih memilih mengurut dada dan  menangis sendiri menahan amarah daripada diekspresikan di depan kami anak2nya (itu menurutku ..beliau ga pernah cerita kalo lagi sedih.. :(  Mungkin berpikir anaknya sudah bisa berontak ato malah balik memarahinya.. )

Tapi kenapa aku bilang marah itu perlu? Karna kita sebenernya perlu batasan. Orang marah,karna mungkin kita kelewat batas. Mengambil milik orang lain, ato sudah melenceng ke jalan yg ga bener. Dan itu yang kurasakan saat ini ...MARAAAHHH...

BUkan kepada siapa2, tapi kepada diriku sendiri. Karna aku ga bisa menyadarkan seseorang. Menyadarkan dan berkata kalau dia sudah kelewatan. AKu hanya bisa membisu, dan berpikir dan menduga2 apa yang akan terjadi pada dirinya dan orang2 disekitarnya. 

MARAH...ga bisa berbuat sesuatu, karna dia sangat keras kepala, dan menyakiti orang lain terutama orang yang sangat2 kusayangi di dunia ini. Sungguh..aku sangat marah.

Argh...

Visitors came from