Sunday, September 14, 2008

Marah..

Marah itu lumrah

Marah itu manusiawi

dan marah itu  penting, menunjukkan kalo kita perhatian pada orang lain.

Kamu ga bisa atau ga mau marah kepada seseorang, berarti kamu kurang perhatian kepada orang itu.

Ini terbukti, dulu waktu kami masih kecil ibuku sering memarahiku karna aku nakal, dan beliau ga pengen aku berkembang di jalur yang salah. Tapi setelah kami tumbuh dewasa, ekspresi marah itu mulai hilang perlahan2. Mungkin beliau lebih memilih mengurut dada dan  menangis sendiri menahan amarah daripada diekspresikan di depan kami anak2nya (itu menurutku ..beliau ga pernah cerita kalo lagi sedih.. :(  Mungkin berpikir anaknya sudah bisa berontak ato malah balik memarahinya.. )

Tapi kenapa aku bilang marah itu perlu? Karna kita sebenernya perlu batasan. Orang marah,karna mungkin kita kelewat batas. Mengambil milik orang lain, ato sudah melenceng ke jalan yg ga bener. Dan itu yang kurasakan saat ini ...MARAAAHHH...

BUkan kepada siapa2, tapi kepada diriku sendiri. Karna aku ga bisa menyadarkan seseorang. Menyadarkan dan berkata kalau dia sudah kelewatan. AKu hanya bisa membisu, dan berpikir dan menduga2 apa yang akan terjadi pada dirinya dan orang2 disekitarnya. 

MARAH...ga bisa berbuat sesuatu, karna dia sangat keras kepala, dan menyakiti orang lain terutama orang yang sangat2 kusayangi di dunia ini. Sungguh..aku sangat marah.

Argh...

Friday, September 12, 2008

Akhirnya punya token

Semenjak akhir tahun yang lalu sudah pengen punya token. Tapi dengan alasan bahwa stock token di Bandung ato bahkan akhirnya stock token Mandiri di seluruh Indonesia kosong!(informasi resmi dari customer service bank mandiri-call mandiri 14000).

Syukurlah dua hari kemarin dapat informasi dari abang yang juga kemaren pesan lagi, karna tokennya turut hilang pada kejadian hilangnya tas ransel laptopnya di rumah alias kemalingan. Tak ingin kehabisan, langsung ngacir ke bank Mandiri Siliwangi. Walaupun harga naik dari Rp. 10ribu menjadi Rp. 20ribu, ga membuatku mengurungkan niat pengen punya token. :D

Image(903)

Tapi kenapa ya, ada peraturan, jika kita membeli token kedua dengan  no rekening yg sama ( alasan hilang maupun rusak), harga token menjadi Rp. 100ribu? Kalo sampai terjadi, mending ganti no rekening aja kali ya.. :))

Kita ini tidak sempurna..

ITu pendapatku. Menurutmu?

Kita sering mengharapkan orang lain sempurna. Awalnya kita mungkin  tak menyadari telah membicarakan ato mencela orang lain, apalagi orang tersebut pernah buat kesalahan baik menyakiti kita ataupun tidak. Dan tentu saja kita pun pasti tak luput dari pembicaraan orang lain baik itu membahas tentang keburukan kita ato sebaliknya. Rasanya memang sudah habit, topik pembicaraan tentang orang lain akan lebih hangat dan lebih lama dibandingkan jika kita membicarakan tentang politik maupun perekonomian (skali lagi ini menurut pendapatku).  Hm....yah, aku jadi seperti mentertawakan diri sendiri, begitu sering hal ini aku lakukan. Skali lagi , itu salah satu yang membuat kita tidak sempurna, susah untuk menghindari kebiasaan jelek seperti ini. Kalo temenku pernah bilang : wah, kalo mau menghindari gosip, gunjingan sana sini...hidup di hutan sono!

Tapi kalo dipikir-pikir (kalo cuman dipikir tapi ga dipikirkan sama aja boong ya.. :p) , mengapa kita tidak bisa saling mengisi KETIDAKSEMPURNAAN itu menjadi sesuatu yang indah dan sempurna ya?

Egois. mungkin itu kata yang tepat. Setiap orang merasa dirinya yang paling benar, sehingga menutup mata dan telinga atas kritikan. Atau....terkadang ada manusia yg menutup mata dan mulutnya untuk memberikan kritikan, padahal tau itu salah. Atau ada juga manusia yang memberikan kritik ato masukan yang salah untuk menjatuhkan orang lain...

Ah...manusia memang tidak ada yang sempurna..termasuk aku di dalamnya (karna aku manusia :D)

 

Thursday, September 11, 2008

SMS penyemangat tak terduga

Hm..., bingung sebenernya mau bikin judul apa..tapi itulah yg ingin aku ceritakan. Akhir2 ini aku sering sekali mendapatkan sms yang isinya memberikan semangat dan bertahan dalam kesusahan. Yah, terus terang dari semenjak setahun lalu aku buat skripsi hingga sampai skarang, detik2 perjuangan ini berakhir, alur hidupku turun naik. Derai air mata, depresi, emosi yang tak tertahan. Untuk mencari sesuatu yg bisa bikin tertawa saja pun rasanya sulit sekali. Ya..mencapai kebahagiaan rasanya jaauuuhhhh tak tergapai.. Mungkin buat sebagian orang hal ini terlalu berlebihan. Tapi memang itu yg kurasakan teman!

Hm..balik ke cerita sms penyemangat. Beberapa minggu ini, dari sebulan yg lalu tepatnya, beberapa orang temen  mengirim sms penyemangat buatku. Tapi mereka bukanlah orang2 yang deket, ato pun aku pernah curhat tentang sesuatu. TIdak sama sekali. Apalagi aku bukan orang yang gampang bercerita tentang hidupku kepada orang lain. Tapi kenapa mereka tau ya,saat2 itu  aku butuh penyemangat? Mungkin secara logika, itu hanya kebetulan. Tapi yaah tak apalah, kebetulan yang indah menurutku... :) selalu tepat pada waktunya, pada jam dan kondisi hati yang pas!. Sebut saja:

Okta, temen kantorku dulu yang kami cuman jadi partner selama 5 bulan saja karna sesuatu dan lain hal dia mesti keluar dari kantor.Pernah jalan beberapa kali, tapi itu bukan patokan sebagai temen deket menurutku.

Inay, temen KKN dulu, senasib sepenanggungan, sama2 bete karna orang2 di kelompok yang menganggarkan duit dan kekuasaannya. Di luar itu kami hanya smsan dan bertukar kabar saja. Dan itu sangat jarang sekali.

Guh, temen bertemu di dunia maya, belum pernah ketemu, tidak pernah curhat.

Thank you guys, buat sms2nya. Hal yg kecil, tapi bisa menggugah hati. Mungkinkah ini tangan TUhan yang tak secara langsung sebenernya ingin memeluk ku dan menepuk2 pundak ku kali ya... sambil bilang : " Ayo Zet, semangat dan beranilah..AKU tetap menyertai mu kok.."

 

Badai pasti berlalu......

 

Tuesday, September 09, 2008

No updated...

Suasana hati masih sepi.. :)

Visitors came from