Thursday, September 18, 2008

Capek...

Setelah dua hari menangis tiada henti dan ga bisa tidur, membuat kepalaku jadi pusing. Sepertinya isi kepala telah bergerak dan berkumpul dalam 1 point. Sedih yang begitu membakar yang membuatku tak kunjung bisa menahan air mata ini tidak keluar.Apapun kegiatan kulakukan selalu dibarengi dengan keluarnya airmata.

Ini kedua kalinya dalam kurun waktu 3 tahun aku sangat cengeng dan benar2 terpuruk oleh kesedihan. Tapi mungkin pada saat yang pertama itulah aku ditempah TUHAN, untuk bisa menghadapi saat ini. Walau mungkin TUHAN tetap kecewa, karna aku tetap jadi manusia yang cengeng dan tiada bedanya menghadapi kekacauan yang kedua ini.

Duh, air mata sudah mulai menetes lagi. Damn...aku kira cukup buatku untuk bersedih 2 hari dan mulai bangkit untuk kembali menjalani hidupku. Ternyata belum cukup rasanya. Hati ini masih hancur lebur...

Kemaren orang2 yang juga terluka hatinya bilang, udahlah..cukuplah zet, menangis bukan salah satu jalan keluar. Kehidupan itu ga akan bisa diulang.

Tapi masalahnya, ga gampang kawan, aku juga manusia..yang punya perasaan dan ekspresi. Menangis di saat sedih, dan tertawa disaat bahagia. Ya, mungkin memang kalian lebih kuat dari aku sehingga gampang untuk kembali bangkit. AKu ga bilang masalahku lebih berat dari kalian,ato perasaanku lebih sedih dari kalian..toh sama2 tersakiti kita semua. Karena mengingat kalian juganya aku merasa sangat sedih. Tapi biarlah..ijinkan aku untuk menangis dan menumpahkan semuanya dengan pelampiasan pemborosan airmata..

Akh..entah apa maksudku menceritakan hal ini. Hanya malah menampilkan sosok Uzet yang sentimentil dan cengeng.

 

 

-di saatku tetap tak bisa bangkit dan merangkak lagi-

Wednesday, September 17, 2008

Ketika semuanya berubah jadi gelap

Sungguh..rasanya kacau balau..

Sedih sekali, hancur sekali, hampa sekali, tertusuk sekali, sakit sekali..sampai2 tidak bisa berpikir sama sekali.

Semuanya seperti berputar dengan kencang pada porosnya..

TUhan, sungguh aku ga kuat..

Tapi ijinkanlah aku bertahan, untuk bisa menjaga semua yang masih bisa terselamatkan..

Orang-orang yang kucintai dan kusayangi..bertahanlah!

Kita masih bisa berdiri dan membangun dinding yg roboh bersama2 kembali..

Aku sayang kalian...

Monday, September 15, 2008

SMS aneh..

Setelah  kemaren posting mengenai sms2 penyemangat, ada juga sms aneh yang aku terima. No pengirim juga tidak diketahui, karena tidak terdaftar di phone book ku. Dengan sedikit penasaran dengan isi sms yang diikirimkan, aku berusaha menghubungi, tapi tulalit. Kalo ada yg pengen coba menghubungi juga boleh :D  NO nya : 083198066106.

Oh ya, Isi smsnya  begini :

"Satu hari ini, bernilai dua besok, Yang bakal terjadi padaku, sudah terjadi sekarang"

 

Ada yang mengerti isinya?

Sunday, September 14, 2008

Marah..

Marah itu lumrah

Marah itu manusiawi

dan marah itu  penting, menunjukkan kalo kita perhatian pada orang lain.

Kamu ga bisa atau ga mau marah kepada seseorang, berarti kamu kurang perhatian kepada orang itu.

Ini terbukti, dulu waktu kami masih kecil ibuku sering memarahiku karna aku nakal, dan beliau ga pengen aku berkembang di jalur yang salah. Tapi setelah kami tumbuh dewasa, ekspresi marah itu mulai hilang perlahan2. Mungkin beliau lebih memilih mengurut dada dan  menangis sendiri menahan amarah daripada diekspresikan di depan kami anak2nya (itu menurutku ..beliau ga pernah cerita kalo lagi sedih.. :(  Mungkin berpikir anaknya sudah bisa berontak ato malah balik memarahinya.. )

Tapi kenapa aku bilang marah itu perlu? Karna kita sebenernya perlu batasan. Orang marah,karna mungkin kita kelewat batas. Mengambil milik orang lain, ato sudah melenceng ke jalan yg ga bener. Dan itu yang kurasakan saat ini ...MARAAAHHH...

BUkan kepada siapa2, tapi kepada diriku sendiri. Karna aku ga bisa menyadarkan seseorang. Menyadarkan dan berkata kalau dia sudah kelewatan. AKu hanya bisa membisu, dan berpikir dan menduga2 apa yang akan terjadi pada dirinya dan orang2 disekitarnya. 

MARAH...ga bisa berbuat sesuatu, karna dia sangat keras kepala, dan menyakiti orang lain terutama orang yang sangat2 kusayangi di dunia ini. Sungguh..aku sangat marah.

Argh...

Friday, September 12, 2008

Akhirnya punya token

Semenjak akhir tahun yang lalu sudah pengen punya token. Tapi dengan alasan bahwa stock token di Bandung ato bahkan akhirnya stock token Mandiri di seluruh Indonesia kosong!(informasi resmi dari customer service bank mandiri-call mandiri 14000).

Syukurlah dua hari kemarin dapat informasi dari abang yang juga kemaren pesan lagi, karna tokennya turut hilang pada kejadian hilangnya tas ransel laptopnya di rumah alias kemalingan. Tak ingin kehabisan, langsung ngacir ke bank Mandiri Siliwangi. Walaupun harga naik dari Rp. 10ribu menjadi Rp. 20ribu, ga membuatku mengurungkan niat pengen punya token. :D

Image(903)

Tapi kenapa ya, ada peraturan, jika kita membeli token kedua dengan  no rekening yg sama ( alasan hilang maupun rusak), harga token menjadi Rp. 100ribu? Kalo sampai terjadi, mending ganti no rekening aja kali ya.. :))

Visitors came from